RSBI menuju SBI dengan empat konsep pokok
2011-10-03 03:25:21 | Oleh: : TablighLangkah SMP RSBI menuju SBI harus didasari dengan empat konsep pokok yang mendasar. Tanpa keempat konsep dasar tersebut, maka akan timbul efek samping yang membuyarkan langkah RSBI menuju SBI. Apa saja empat konsep dasar tersebut ?
- Tujuan yang jelas
- Kemampuan SDM yang memadai
- Insentif
- Sumber daya fasilitas
- Rencana ke depan
Dengan empat konsep tersebut, paling tidak akan membawa setitik perubahan daripada tidak ada sama sekali !
Tanpa tujuan yang jelas akan muncul kebingungan. Mau apa ? ... Untuk apa ? ... Seperti apa ? ... Harus bagaimana ? ... dan masih banyak lagi pertanyaan yang akan muncul, baik dari dalam lembaga maupun dari masyarakat luar sebagai konsumen dari sekolah RSBI.
Kemampuan SDM yang tidak memadai akan menimbulkan kecemasan. Apakah akan tercapai sekolah SBI yang begitu membanggakan ? Tentu di sini yang harus dilakukan adalah mempersiapkan lebih dulu SDM yang memadai, baru menggulirkan gagasan RSBI. Perlu waktu untuk mencetak SDM yang unggul, bukan setahun ... dua tahun ... atau tiga tahun ... apalagi melalui bimtek yang hanya seminggu ... dua minggu. Tidak seperti mematangkan buah mangga dengan cara karbitan.
Insentif ... tentang hal ini, saya hanya akan menyampaikan bahwa ini adalah persoalan klasik. Dari mulai anak kecil sampai orang dewasa, sebagian besar beranggapan bahwa harus ada penghargaan untuk melakukan perubahan ... harus ada imbalan untuk melakukan sesuatu ... harus ada sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yah :) ...
Sumber daya fasilitas menjadi salah satu syarat dari sekolah RSBI. Tanpa hal itu akan membuat frustasi bagi warga sekolah dari SMP RSBI. Salah satunya adalah guru. Guru harus berbahasa Inggris, harus menguasai ICT sementara fasilitas tidak ada ... belum lagi kemauan dari guru itu sendiri yang tidak ada.
Rencana ke depan adalah sesuatu yang mutlak bagi SMP RSBI. Mau bagaimana setelah SBI ? Jangan sampai terjadi jalan di tempat, maju tidak ... mundur juga tidak mau .....
Ini menjadi PR bersama bagi setiap komponen yang berkepentingan, pemerintahlah sutradaranya.
